Sejarah ST Eka Cita

About-Us

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA ST. EKA CITA Br. ABIAN KAPAS KAJA

Secara historis istilah Sekeha Teruna-Teruni dikalangan masyarakat Bali sudah dikenal sejak dahulu, dimana Sekeha Teruna ini merupakan suatu organisasi tradisionil dari pada pemuda-pemudi pada suatu Banjar.
Sekeha Teruna-Teruni yang merupakan komponen Desa Adat secara nyata telah membuktikan peranannya yang positif dalam pembangunan material dan spiritual, sehingga perlu tahap dipertahankan bahkan dibina dan dikembangkan.

Organisasi pemuda-pemudi pada suatu Banjar ini sering pula disebut/dikenal dengan istilah Rukun Muda-Mudi yang disingkat RMM. Untuk di wilayah Banjar Abian Kapas Kaja istilah Rukun Muda-Mudi lebih populer dibandingkan dengan istilah Sekeha Teruna-Teruni.

Pada awal tahun 1956 pemuka-pemuka masyarakat yang ada di wilayah Banjar Abian Kapas Kaja berkeinginan untuk menghimpun pemuda-pemudinya ke dalam suatu wadah. Keinginan ini barulah terwujud pada tanggal 14 Agustus 1956 dengan terhimpunnya pemuda-pemudi Banjar Abian Kapas Kaja ke dalam suatu wadah yang disebut “Rukun Muda-Mudi Banjar Abian Kapas Kaja”. Adapun tujuan dari pada pemuka-pemuka masyarakt untuk membentuk wadah ini adalah:

  • Mempersatukan dan membina seluruh pemuda-pemudi yang ada di wilayah Banjar Abian Kapas Kaja
  • Sebagai wadah yang bertanggung jawab terhadap perkembangan generasi muda dalam ikut membangun Banjar, Desa khususnya dan Negara umumnya.
  • Sebagai penyerap dan penyalur aspirasi anggotanya dalam memperjuangkan kepentingan-kepentingannya serta melakukan kegiatan-kegiatan berdasarkan program nyata dan berguna bagi masyarakat.

Tetapi pada awal berdirinya Rukun Muda Mudi Banjar Abian Kapas Kaja itu kegiatan-kegiatanya sifatnya masih sangat sederhana sekali yaitu hanya pada saat salah satu anggota melangsungkan perkawinan, dimana sehari menjelang upacara perkawinannya maka semua anggota akan mengadakan penjengukan ke rumah yang kawin. Karena pada awal berdirinya Rukun Muda-Mudi Banjar Abian Kapas Kaja belum mempunyai dana, maka biaya penjengukan itu akan ditanggung oleh semua anggota dengan cara setiap anggota dikenakan iuran sukarela.

Penjengukan itu khusus dilakukan bagi anggota pria saja, sedangkan apabila anggota putri yang kawin maka ia tidak akan dijenguk kecuali upacara perkawinannya itu dilangsungkan di wilayah banjar Abian Kapas Kaja.

Perkembangan Rukun Muda Mudi dari tahun ke tahun mengalami pasang surut, hal ini disebabkan oleh situasi dan kondisi pada waktu itu yang tidak memungkinkan untuk berkembang.

Pada tahun 1962 muncullah nama “Eka Cita” yang berarti satu tujuan yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Pada tahun itu mulailah dirintis kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih kongkrit yaitu dengan dilaksanakan kursus-kursus kepandaian keputrian seperti: memasak, jarit-menjarit dan lain-lainnya. Kursus-kursus ini lebih digiatkan karena pengurus Rukun Muda Mudi “Eka Cita” Banjar Abian Kapas Kaja menyadari banyaknya remaja-remaja putri yang tidak sekolah/putus sekolah. Dengan diadakannya kursus-kursus ini, diharapkan nantinya remaja-remaja putri mempunyai suatu keterampilan yang cukup diandalkan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Keterampilan ini dipraktekkan pada saat Rukun Muda Mudi mengadakan Warung Amal yang bertujuan untuk mencari dana dalam rangka menunjang kegiatan Rukun Muda Mudi Eka Cita Banjar Abian Kapas Kaja. Setelah tahun 1965 nama “Eka Cita” tenggelam, artinya nama “Eka Cita” tidak dipakai lagi sehingga kembali ke nama saat dibentuk yaitu Rukun Muda Mudi Abian Kapas Kaja.

Pada tahun 1979 perkembangan Rukun Muda Mudi Abian Kapas Kaja semakin mantap dengan dimilikinya Awig-Awig Dasar dan Awig-Awig Pakula Wargan dimana Awig-Awig ini merupakan pedoman bagi pengurus untuk bertidak disamping itu juga memuat Hak dan Kewajiban setiap anggota. Demikian juga dengan kegiatan Rukun Muda Mudi Banjar Abian Kapas Kaja semakin hari semakin berkembang sesuai dengan kemajuan perkembangan jaman.

Kegiatan itu tidak lagi hanya mencakup di bidang suka-duka saja sebagaimana pada saat berdirinya Rukun Muda Mudi Banjar Abian Kapas Kaja, tetapi kegiatan bertambah lagi seperti di bidang Kesenian, Olahraga, Keterampilan, Keluarga Berencana, Pendidikan dan Lingkungan Hidup.

Di bidang olahraga dengan terbentukanya “POR KESUMA”, di bidang kesenian terbentuknya “Pesantian Canti Astiti Saraswati” dan Sekeha Gong Remaja “Kesuma Jaya”, di bidang keterampilan dengan diadakannya kursus-kursus keterampilan, di bidang pendidikan dengan terbentuknya Kelompok Belajar (Kejar) Permainan Simulasi P4, di bidang Keluarga Berencana dengan diadakannya ceramah-ceramah mengenai kependudukan, pemutaran film tentang Keluarga Berencana dan diadakannya penimbangan balita setiap bulan sekali, di bidang lingkungan hidup dengan diadakannya lomba kebersihan dan kesehatan lingkungan antar kelompok.

Pada tahun 1983 nama “Eka Cita” kembali dipergunakan, sehingga akhirnya pada tahun 1985 berdasarkan instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali menganjurkan agar istilah Sekeha Teruna-Teruni dipergunakan untuk organisasi pemuda-pemudi pada suatu banjar dengan maksud keseragaman mengenai istilah, disamping itu juga untuk melestarikan nilai-nilai budaya daripada nenek moyang kita. Dengan adanya instruksi dari Gubernur tersbut, maka Rukun Muda Mudi “Eka Cita” Banjar Abian Kapas Kaja berubah pula namanya menjadi Sekeha Teruna-Teruni “Eka Cita” Banjar Abian Kapas Kaja sampai sekarang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s